Udah 2022, Kok Masih Stuck Sama yang Lama? It’s Time To Move On!

Masih ingat kebiasaan-kebiasaan kamu bareng si doi? Ketika kamu melakukan semua aktivitas berdua dengannya, selalu chat dia ketika mau kerja, ketika mau pulang, saat makan siang, atau bahkan yang setiap harinya ketemu, atau makan dan ngobrol di tempat tertentu bareng dia. Bahkan yang bisa dibilang 24/7 sama dia. Yaa mungkin itu indah, tapi sekarang sudah berubah, yang tadinya berdua, sekarang kamu harus sendiri.

Duh, udah yuk! Teman-teman yang lagi patah hati mari merapat dan keluar dari kesedihanmu. Twibbonize News kali ini menemukan kampanye yang bisa memberikan solusi untuk mengobati luka di hati kamu nih.

Judulnya, It’s Time To Move On dari Psylution. Bersama kak Dewa, seorang Psikolog dari Psylution, ratusan teman-teman yang lain sudah belajar untuk menumbuhkan hati yang patah dan dengan aman berbagi cerita dari luka patah hatinya dalam sebuah webinar yang diadakan Psylution pada hari Senin, 31 Januari 2021 lalu. Jika kamu melewatkan kampanye ini jangan makin sedih ya, karena Twibbonize News sudah menyimpannya untuk kamu.

It’s Time To Move On merupakan sebuah energi atau power dari Psylution yang membantu kamu untuk menyadari bahwa ada banyak hal yang bisa kita lakukan agar tidak stuck pada satu hal.

Pernah gak sih kamu mendengar cerita teman-temanmu atau mungkin kamu sendiri yang mengobati luka patah hati dengan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri? Seperti menjadi pengguna obat-obatan terlarang, mengubah pola makan sehingga berat badannya berlebihan atau kekurangan, atau menjadi suka minum minuman beralkohol. Nah tentu itu tidak dapat dibenarkan ya…

Nah, dalam kampanye ini kita semua diajarkan mengenai bagaimana sih cara yang benar untuk melalui patah hati yang benar dan move on dengan baik tanpa merusak diri.

Kak Dewa yang juga merupakan inisiator kampanye ini mengajak teman-teman semua untuk move on dari persoalan karir, percintaan, kehidupan, atau apapun di tahun 2021 yang mungkin masih banyak yang belum tercapai.

Psylution adalah sebuah layanan psikologis untuk semua kalangan yang menyediakan konseling online dengan psikolog klinis dan layanan penyedian narasumber untuk organisasi kemahasiswaan, universitas, dan perusahaan, serta aktif menghadirkan webinar psikologi atau yang disebut Psyminar.

Menutup akhir tahun 2021 kemarin, Psylution banyak memberikan pelayanan kepada orang-orang yang mengalami kesulitan untuk move on karena patah hatinya atas kasus percintaan, sehingga pada kampanye It’s Time To Move On ini pun Psylution memilih untuk fokus pada kisah cinta para partisipan kampanye.

Eits… satu hal lagi yang ada dibalik kampanye ini, ternyata penyelenggaraannya tidak terlepas dari hal-hal personal-nya kak Dewa sendiri loh.

“Ayo dong kita sama-sama bangkit dan belajar, gimana sih caranya merajut hati yang patah, karena kalau hati sudah patah tidak bisa disembuhin lagi kan… tapi kita bisa rajut itu kembali sehingga retakannya tidak membahayakan diri kita sendiri” kata kak Dewa.

Ratusan peserta kampanye It’s Time To Move On juga diajak untuk ikut membagikan hal baik dengan membagikan foto mereka didalam sebuah Twibbonize frame melalui sosial media dengan caption yang mengajak teman-teman lainnya untuk bergabung kedalam pasukan move on. Dengan Twibbonize Psylution berhasil menjadikan salah satu bentuk dari kampanye ini menjadi sederhana.

Peserta kampanye pun cukup mengakses shortened link Twibbonize yang dibagikan Psylution dan mengikuti langkah-langkah sederhana untuk memasang fotonya kedalam frame hingga langkah terakhir menyalin caption yang telah disediakan oleh Psylution melalui fitur sederhana di Twibbonize.

Its Time to Move On – by Dara Bella

Link: https://twb.nz/campaignmoveon

Campaign ini berisi pembahasan terkait pemahaman mengenai “Move On” dan ingin mengajak banyak orang yang mungkin sedang berusaha untuk “Move On” agar lebih mampu melalui proses tersebut serta memulai lembaran baru” deskripsi frame kampanye ini.

Dengan lebih dari 200 orang yang menggunakan Twibbonize frame diatas, Psylution berharap agar suara mereka di sosial media sebagai partisipan kampanye ini dapat sampai kepada teman-teman lainnya yang belum ikut bergabung, sehingga kampanye ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas lagi.

Dalam serangkaian acara kampanye ini, semua yang terlibat bersama-sama belajar beranjak dari sesuatu yang membuat tidak nyaman, sakit hati, dan rentan. Menurut kak Dewa, seseorang akan amat sangat susah untuk berjalan sendiri ketika ia mengalami patah hati, karena pada dasarnya seseorang membutuhkan dukungan dari orang lain.

Pada acara puncak kampanye ini pun, yaitu webinar “It’s Time To Move On: Menumbuhkan Hati yang Patah”, kak Dewa menjelaskan proses move on bagaikan seorang balita yang sedang belajar jalan. Sebuah proses yang tidak dapat diselesaikan begitu saja, namun harus dilalui secara perlahan dan mengalami jatuh atau keterpurukan berkali-kali, seperti itulah move on dimana kita harus dapat memaknai prosesnya.

Kak Dewa mengatakan bahwa “move on itu seperti anak bayi yang sedang belajar jalan, ketika dia masih merangkak, dia mencoba untuk berdiri, ketika berdirinya belum pas, Ia jatuh, begitu Ia bisa berdiri, beberapa detik kemudian jatuh lagi. Baru 2-3 detik, jatuh lagi. Sampai disaat dia sudah bisa berdiri lama, dia jalan satu langkah jatuh lagi, jalan dua langkah jatuh lagi, lima langkah jatuh lagi. Sampai akhirnya dia bisa berjalan dengan baik.”

Satu pesan dari kak Dewa melalui kampanye ini adalah bahwa “setiap orang mempunyai waktu yang berbeda-beda untuk move on. Jadi ketika kalian belajar untuk move on atau belajar untuk berjalan sendiri kembali, kalian harus percaya pada prosesnya.”

Move On adalah sebuah perjalanan dan bukan destinasi akhir, sehingga setiap langkah dalam perjalanan itu harus dimaknai. Kak Dewa juga memberikan penjelasan bahwa “misalnya yang sebelumnya belum bisa move on, dan hampir setiap jam memantau sosial media orang yang mematahkan hati kita tersebut, dalam satu-dua bulan kedepan setiap harinya kita bisa menguranginya menjadi hanya 1 jam saja atau hanya 2-3 kali dalam satu hari, itu artinya kita sudah berproses. Itu adalah perilaku nyata dari move on. Jika akhirnya nanti kamu bisa letting go, itu adalah bonus. Yang penting adalah maknai prosesnya, bukan hasilnya. Hasil memang penting, tapi proses itu jauh lebih penting daripada hasil.”

Chief Executive Officer Psylution, Darwin Linanda, S.Psi juga memberikan pesan kepada kita semua bahwa “patah hati itu menyakitkan, tapi pasti kita bisa lalui.”

Yuk bangunkan dirimu untuk awal yang baru, karena udah tahun 2022 nih… masa mau disitu-situ aja sih? hehe.. So, jangan sampai kamu melewatkan kampanye-kampanye yang sesungguhnya kamu perlukan lagi. Stop stalking doi, start to kepoin Twibbonize dan Psylution aja!