Sejak Tahun 1954 Hari Kusta Sedunia Diperingati, Penyakit Ini Hampir Dilupakan

Minggu terakhir di bulan Januari 2022 merupakan hari spesial bagi penderita salah satu jenis penyakit menular kronis, yaitu Kusta. Organisasi Kesehatan Dunia / World Heath Organization (WHO) mengatakan bahwa, hari ini diperingati secara internasional sebagai sebuah kesempatan bagi orang-orang yang pernah menderita kusta, untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit ini, dan menyerukan untuk mengakhiri stigma dan diskriminasi atas penyakit ini.

Dikutip dari leprosy-information.org, pada tahun 1954, peringatan hari kusta ini berawal mula dari seorang jurnalis yang sekaligus aktivis asal Prancis bernama Raoul Follereau. Dengan dua tujuannya, yaitu untuk mengadvokasi kesetaraan pengobatan penderita kusta, serta mengedukasi kembali masyarakat tentang kusta dengan mengoreksi miskonsepsi historis seputar penyakit tersebut.

Dikutip dari WHO, pemilihan tanggal atau hari untuk memperingati hari spesial ini oleh Follereau dilakulan berdasarkan hari peringatan kematian Mahatma Gandhi yang jatuh pada tanggal 30 Januari 1948. Dikatakan juga bahwa banyak orang percaya bahwa penyakit ini sudah punah, bahkan saat ini, bukan hanya penyakitnya yang dilupakan, namun juga para penderitanya.

Sekilas tentang Kusta

Kusta disebut juga penyakit Hansen. Berdasarkan WHO, Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini biasanya akan menyerang kulit, saraf perifer, permukaan mukosa saluran pernapasan bagian atas, dan mata. Kusta pun dapat diderita oleh semua kalangan mulai dari usia bayi hingga usia yang sangat tua. Namun, kusta dapat disembuhkan dan pengobatan dini sejak terkena Kusta pada tahap awal dapat mencegah kecacatan. Tetapi penderita Kusta yang tidak diobati memiliki kemungkinan untuk menularkannya dari kontak jarak dekat dan sering melalui cairan dari hidung atau mulut.

Dari WHO ada tiga pesan utama yang perlu disampaikan di Hari Kusta Sedunia ini, diantaranya adalah:

  1. Bersama-sama kita bisa mengangkat setiap suara dan menghormati pengalaman orang yang pernah menderita kusta.
  2. Orang yang mengalami kusta menghadapi tantangan untuk mental mereka karena stigma, diskriminasi, dan isolasi.
  3. Orang yang mengalami kusta berhak atas kehidupan yang bermartabat bebas dari stigma dan diskriminasi terkait penyakit yang dideritanya.

Dilansir dari leprosy-information.org, tema Hari Kusta Sedunia di tahun 2022 adalah United for Dignity atau Bersatu untuk Martabat. Sesuai dengan pesan tersebut, tema ini ditetapkan agar semua orang tahu bahwa orang yang mengalami kusta berhak atas kehidupan yang bermartabat bebas dari stigma dan diskriminasi terkait penyakit. Dengan begitu, di peringatan hari ini menghormati pengalaman hidup orang-orang yang pernah mengalami kusta dengan berbagi cerita pemberdayaan mereka dan dengan mengadvokasi kesejahteraan mental orang-orang yang mengalami kusta ataupun penyakit tropis terabaikan atau neglected tropical diseases (NTD) lainnya.

Tagar #WorldLeprosyDay dan #United4Dignity di berbagai platform media sosial akan mengangkat setiap suara dan menghormati mereka yang pernah mengalami kusta. Melalui Twibbonize, masyarakat internasional juga siap untuk mengadvokasi hak-hak orang yang terkena kusta dan bergabung untuk memerangi implikasi medis dan sosial kusta, karena ada berbagai frame yang dibuat dan dibagikan seperti yang di bawah ini:

World Leprosy Day

oleh Tiara Febrina

Link: https://twb.nz/hkz-22

GPDLI WORLD LEPROSY DAY 2022

oleh sahabat inklusi official

Link: https://twb.nz/gpdliworldleporosyday

World Leprosy Day 2022

oleh KSMHI PERDOSKI

Link: https://twb.nz/wld2022ufd

Hari Kusta Sedunia 2022 Bersama NLR Indonesia . Kusta.Hapuskan stigmanya. Rangkul orangnya.

oleh Nlr Indonesia

Link: https://twb.nz/harikustasedunia2022

HARI KUSTA SEDUNIA 2022

oleh SUBDIT PTML

Link: https://twb.nz/hks22

Hari Kusta Sedunia RSTG

oleh arieko_

Link: https://twb.nz/harikustaseduniarstg

Hari Kusta Sedunia Tahun 2022

oleh Promosi Kesehatan Ilmu Perilaku

Link: https://twb.nz/harikustarsudkelet2022

United for Dignity” atau “Bersatu untuk Martabat” ini juga merupakan kampanye yang menyerukan persatuan dalam menghormati harkat dan martabat orang yang pernah mengalami kusta. Ada berbagai cara untuk berpartisipasi dalam kampanye ini, seperti berbagi cerita pemberdayaan sebagai penyintas kusta dan advokasi untuk kesejahteraan mental dan hak untuk hidup bermartabat bebas dari stigma terkait penyakit bersamaan dengan Twibbonize frame diatas.

Mari kita dukung bingkai Twibbonize dari Hari Kusta Sedunia seperti yang dikatakan oleh Duta Besar WHO untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa, bahwa “kita adalah satu-satunya makhluk di Bumi yang telah diberi kemampuan untuk bernalar. Mari kita gunakan akal kita untuk melawan stigma yang dihadapi penderita kusta, menyembuhkan masyarakat dari penyakit diskriminasi, dan berhenti mengulangi kesalahan masa lalu.”