Ruang Belajar dan Bercerita untuk Mental yang Sehat

Terkadang yang manusia butuhkan adalah didengarkan. Pikiran dan hati adalah dua ruang bagi manusia bergumam dan memulai petualangan hidupnya. Keduanya dikenal sering berselisih sehingga mempengaruhi kondisi batin manusia. Sesungguhnya, ada banyak ruang benah bagi kesehatan mental untuk membantu menjaga kondisi batin kita agar tetap sejahtera, namun banyak juga halangan bagi kita untuk membenahinya, seperti harganya yang mahal, faktor keamanannya, atau mungkin ruang itu bersifat hanya sementara dan tidak selamanya ada untuk kita.

Banyak dari kalian pasti pernah mengalaminya. Seperti sosok CEO dan Founder sebuah komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia bernama Social Connect ini, Sepri Andi yang merintis karirnya di ibu kota Jakarta. Masa-masa dimana berbagai gejala stress seperti insomnia dan sulit mengontrol pikiran memang bukan hal yang mudah untuk dilalui, terlebih Ia mendapati halangan-halangan untuk melakukan konsultasi terkait kesehatan mentalnya.

Melihat kondisi yang dialaminya ternyata juga banyak terjadi pada anak-anak muda lainnya, didirikanlah Social Connect pada tahun 2019 untuk menyediakan tempat yang aman bagi anak muda Indonesia untuk bercerita dengan aman dan nyaman. Social Connect dimulai dengan sebuah proyek sosial dengan tujuan untuk berbagi cerita dan konten seputar kesehatan mental. Kampanye pertama yang diadakan mengangkat isu tentang mencintai diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah self love dan kampanye ini pun berhasil mendapatkan lebih dari 3 ribu peserta.

Dengan awalan yang baik tersebut, Social Connect terus berjalan menuju visinya dengan pengelolaan konten digital, bantuan dari tim medis, serta penyelenggaraan kegiatan-kegiatan menarik untuk pemuda Indonesia. Program-program yang diadakan Social Connect saat ini ada pada ranah yang lebih dari sekedar persoalan kesehatan mental dengan berfokus untuk mengatasi isu-isu sosial di Indonesia yang mendampingi persoalan kesehatan mental, seperti soal pekerjaan, hubungan yang tidak sehat, masalah keluarga, hingga soal pandemi Covid-19.

Apa saja sih kegiatan menarik dari Social Connect yang dapat membantu kamu memiliki mental yang sehat? Salah satunya adalah yang saat ini, Social Connect sedang jalankan, yaitu program ambassador. Angkatan pertama ambassador Social Connect kini tengah melaksanakan proyek akhir dan antusias untuk rekrutmen terbuka angkatan kedua program ambassador Social Connect pun sedang berjalan dengan tema “the light in us” dan berlangsung cukup ramai dengan ratusan dukungan di Twibbonize dan sosial media.

Social Connect Ambassador Program • oleh Social Connect

Link: twb.nz/sc-ambassador

Kebanyakan program dari Social Connect memang menggunakan bingkai Twibbonize untuk memperkenalkan program yang diadakan kepada khalayak yang lebih luas. Layaknya pengguna Twibbonize, kegiatan yang diadakan Social Connect cocok bagi siapapun mulai dari anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), maupun teman-teman yang sedang bekerja atau mahasiswa/i perguruan tinggi. Selain sebagai simbolis, bingkai yang digunakan dalam kegiatan yang diadakan Social Connect juga membangun dan meningkatkan kesadaran serta ketertarikan orang-orang yang melihatnya.

“Kalau orang lihat postingannya langsung kepo ya, ini ada acara apa sih… yang penting bingkainya jelas, jangan terlalu rame, yang simple aja itu membuat orang kepo,” ujar Andi.

Social Connect juga sedang menjalankan kegiatan mini bootcamp. Serangkaian acara dirancang bersamaan dengan sebuah bingkai Twibbonize dalam program bootcamp ini untuk untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan mental yang ada.

Mini Bootcamp Kesehatan Mental oleh Social Connect • oleh Social Connect

Link: twb.nz/minibootcampb1

Mini bootcamp ini merupakan wujud kerjasama Social Connect dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan @America untuk membawa isu kesehatan mental anak-anak remaja di negara-negara berkembang.

Tidak hanya dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Social Connect juga seringkali mengadakan kerjasama dengan berbagai instansi lainnya, seperti salah satu start-up edutech untuk membahas topik seputar persoalan pekerjaan mulai dari topik 30 hari pertama di tempat kerja hingga pereencanaan karir dibahas bersama para peserta yang terlibat, kerjasama dengan museum untuk mengajak pemuda-pemuda Indonesia bertualang di zaman penjajahan Belanda di Indonesia agar dapat melihat sejarah perkembangan bidang kesehatan mental serta perbandingannya dengan kesehatan mental masyarakat Indonesia di zaman sekarang, dan yang menarik lainnya.

Bingkai Twibbonize dari Social Connect tidak semata-mata untuk kegiatan menarik yang diadakannya, namun bingkai Twibbonize juga turut digunakan mendampingi kegiatan untuk memperingati peringatan hari-hari besar, seperti bingkai Hari AIDS Sedunia yang berhasil mendapatkan lebih dari 300 dukungan berikut ini;

World AIDS Day Social Connect • oleh Muhammad Fahmi Hawari Nasution

Link: twb.nz/wadsc

Selain itu, Social Connect juga sedang mengadakan publik edukasi bersama para ahli medis yang diadakan setiap bulan, seperti yang akan diadakan bulan Mei 2022 ini adalah “Mental Health First Aid” atau pertolongan pertama kesehatan mental. Disini Social Connect akan memberikan edukasi tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan jika orang-orang disekitar kita mengalami sesuatu hal yang mempengaruhi mentalnya.

Sampai saat ini, Social Connect telah memiliki sekitar 40 orang anggota tim dan lebih dari 50 komunitas yang tersebar di platform Telegram, Instagram, Facebook, Twitter, Website Social Connect. Pada halaman website Social Connect, kamu juga dapat menemukan puluhan artikel seputar kesehatan mental yang bersumber langsung dari para ahli psikologi.

Tidak dapat dipungkiri, aksi teman-teman Social Connect ini diperlukan anak-anak muda Indonesia, terutama untuk kesehatan mental. Sebagai Founder dan CEO Social Connect, Andi menyampaikan dua hal yang menjadi kunci untuk pulih dari isu kesehatan mental, yaitu memberi dan mengabdi. Memberi dalam hal ini bukan hanya tentang uang, namun kita juga bisa memberikan hal lain yang bermakna, seperti waktu luang, membantu orang, mendengarkan cerita orang sekitar.

“Dengan begitu, kita tau sebenarnya hidup adalah sekompleks itu, kadang hidup kita belum sekompleks itu, tapi kemudian dengan ‘memberi’ kita tau kita sedang berada di fase mana,” ujar Andi.

Kemudian, dengan pengabdian, kita juga bisa melihat banyaknya orang baik yang akan membantu kita menjadi sukses disaat kita juga mau membantu orang lain untuk menjadi sukses.

“Buat aku dengan dua hal itu, orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental bisa menjadi lebih dewasa dalam melihat dan menghadapi masalah yang dihadapinya,” tambahnya.

Apapun dan bagaimanapun pengaruh pengalaman hidup terhadap kesehatan mental kita saat ini ditentukan oleh cara dirimu menghadapinya. Disini, Social Connect adalah salah satu hasil yang baik dari pengalaman hidup yang tidak mudah, dan hadir untuk membantu kamu melalui apapun yang kamu pikirkan dan rasakan.