Ratusan Ribu Dukungan Program Vaksinasi Anak di Twibbonize

Vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak di Indonesia yang berusia 6-11 tahun atau sebagian besar adalah murid Sekolah Dasar (SD) sudah dimulai sejak tanggal 14 Desember 2021 dengan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan data sensus penduduk 2020, program vaksinasi ini dirancang dengan sasaran mencapai 26.5 juta anak. Dilansir dari situs Kemkes RI, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan bahwa sebanyak 6,4 juta dosis vaksin Sinovac akan digunakan hingga akhir Desember 2021 dan kemudian akan ada tambahan vaksin Sinovac dari Dirjen Farmalkes yang sudah datang untuk di bulan Januari 2022, sehingga vaksinasi untuk anak-anak ini tidak akan putus.

Jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac atau Coronavac / Covid-19 Biofarma karena memiliki Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang tergolong ringan atau kecil.

Penggunaan jenis vaksin Covid-19 yang lain sedang menunggu izin EUA dari BPOM dan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization atau ITAGI).

Sebuah Twibbonize frame dari Direktorat Sekolah Dasar mendukung pelaksanaan program vaksinasi ini dan mendapat sambutan luar biasa dari anak-anak Indonesia.

Saya Anak Sekolah Dasar Berani Vaksin – Direktorat Sekolah Dasar

Link: https://twb.nz/sdberanivaksin

Sekitar 174 ribu dukungan telah diberikan kepada program vaksinasi ini. Dengan banyaknya anak-anak yang menggunakan Twibbonize frame ini, sosial media juga ramai dengan keberanian anak-anak Indonesia untuk divaksin. Melalui Program ini Direktorat Sekolah Dasar juga mengekspresikan harapannya untuk mewujudkan siswa yang sehat, cerdas, dan berkarakter seperti yang disampaikan melalui desain pada frame ini.

Perlu diingat bahwa vaksin COVID-19 pada anak mungkin akan memiliki efek samping atau KIPI secara ringan dan bersifat sementara dibandingkan dengan resiko atau komplikasi saat terinfeksi virus corona SARS-CoV-2. Beberapa efek samping yang mungkin akan timbul adalah nyeri atau bengkak pada lengan atau di sekitar tempat suntikan, pusing, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, lelah, demam atau suhu tubuh di atas 37,8° C, sakit seperti flu atau menggigil selama 1-2 hari setelah vaksinasi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Efek Samping Vaksin Terjadi Pada Anak Anda?

Dilansir dari laman Alodokter, meskipun efek samping vaksin Sinovac tergolong ringan dan akan sembuh dengan sendirinya, namun gejala yang muncul kerap mengganggu aktivitas. Maka dari itu, jika anak Anda mengalami efek samping vaksin Covid-19, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Memberikan kompres dingin di lokasi penyuntikan vaksin atau di lengan yang sakit selama 15 menit
  • Memakai air hangat ketika mandi untuk meredakan demam
  • Mengonsumsi makanan dengan teratur serta minum banyak air putih
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter
  • Beristirahat yang cukup dengan memenuhi waktu tidur ideal, setidaknya selama 7–9 jam setiap malam

Program vaksinasi untuk anak-anak ini sudah dilaksanakan sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Penyuntikan vaksin dilakukan dengan intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas dengan dosis 0,5 mili. Dosis vaksin yang diberikan adalah sebanyak 2 kali dengan interval minimal 28 hari.

Sama seperti vaksinasi orang dewasa, sebelum pelaksanaan vaksinasi, petugas vaksinasi akan melakukan skrining dengan menggunakan format standar. Pelaksanaan vaksinasi ini diketahui akan dilakukan di Puskesmas, sekolah atau satuan pendidikan lainnya, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya baik pemerintah maupun swasta termasuk pos-pos pelayanan vaksinasi, dan sentra vaksinasi.

Jika kamu berusia antara 6 hingga 11 tahun, atau memiliki anak pada rentang usia tersebut, segera dapatkan informasi mengenai vaksinasi disekitarmu, dan gunakan Twibbonize frame dati Direktorat Sekolah Dasar diatas untuk mendukung pelaksanaan program vaksinasi ini.