Nilai-Nilai Kehidupan Masyarakat Tana Luwu di Pekan Budaya Tana Luwu (PBTL) 2022

Dari sejarah, lahir budaya. Baik atau buruk pengalaman bangsa Indonesia, kenyataan bahwa saat ini merupakan bangsa yang kuat adalah suatu kebanggaan yang perlu dijaga. Tari-tarian, musik tradisional, ritual, kuliner, dan produk budaya lainnya yang lahir dari sejarah perkembangan kehidupan masyarakat menjadi milik setiap teritorial yang perlu dilestarikan.

Di salah satu dari empat Kepulauan Sunda Besar dan merupakan pulau terbesar kesebelas di dunia, yaitu pulau Sulawesi misalnya. Sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan terus melestarikan peninggalan dan kebudayaannya dari perjalanan pada masa kerajaan, pemerintahan kolonial Hindia Belanda, masa kemerdekaan, dan pergolakan DI/TII, hingga masa sekarang, yaitu kabupaten Luwu.

Luwu pada masa awal kerjaan merupakan Kerajaan tertua, terbesar, dan terluas di Sulawesi Selatan yang wilayahnya mencakup Tana Luwu, Tana Toraja, Kolaka, dan Poso. Hingga saat ini, Luwu merupakan suku bangsa yang besar yang terdiri atas 12 anak suku. Masyarakat Bugis, Jawa, dan Konjo Pesisir dan sebagian kecil Suku Toraja, Minangkabau, Batak, dan Melayu mendiami kabupaten Luwu.

Dalam menjaga kekayaan budaya yang ada, Pagelaran Pekan Budaya Tana Luwu 2022 “Tanratellue Patarakkai Sumange’ Na Luwu” akan diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 23 Januari 2022 di kawasan Istana Kedatuan Luwu. Ketua Panitia Pelaksana Agus Riyanto mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan untuk melestarikan budaya Tana Luwu, media informasi, memberikan edukasi, serta pemulihan ekonomi masyarakat karena budaya dan adat di Tana Luwu adalah sejarah kebanggaan masyarakat setempat.

Kebudayaan khas Tana Luwu tentu menjadi yang utama hadir di Pekan Budaya Tana Luwu kali ini. Kegiatan-kegiatan seperti Ritual Adat, Kirab Budaya, Pameran Pusaka, Pameran Lukisan, Pameran Fotografi, Festival Seni Traditional, Kontes Kicau Burung, Pasar Rakyat akan menghiasi kehidupan masyarakat disana sepanjang pekan.

Agus juga menghimbau masyarakat setempat agar dapat melibatkan diri untuk memeriahkan Pekan Budaya Tana Luwu kali ini. Sebuah Twibbonize frame yang sangat khas dengan kebudayaan Luwu sudah dibagikan kepada masyarakat melalui Twibbonize sejak dua pekan sebelum Pekan Budaya Tana Luwu 2022 akan berlangsung.

Pekan Budaya Tana Luwu – oleh Yusuf Gerhana

Link: https://twb.nz/pekanbudayatanaluwu

Baru satu hari Twibbonize frame tersebut diterbitkan di Twibbonize, sekitar 1600-an masyarakat Indonesia yang khususnya berada di Sulawesi Selatan telah menggunakan Twibbonize frame tersebut. Frame diatas dibuat dengan ukuran digital untuk dibagikan di sosial media seperti Instagram, Facebook, maupun Whatsapp pada fitur story.

Ada satu Twibbonize frame lagi yang dapat kamu gunakan untuk mendukung Pekan Budaya Tana Luwu yang cocok untuk kamu bagikan melalui fitur feeds pada sosial media kamu.

Pekan Budaya Tana Luwu 2022 – oleh Smith Alekawa

Link: https://twb.nz/pekanbudayatanaluwu2022

Kedua Twibbonize frame ini dapat kamu gunakan sebagai wujud keterlibatan diri kamu untuk memeriahkan Pekan Budaya Tana Luwu ini sesuai dengan himbauan dari ketua panitianya.

Mengaku sebagai bagian dari masyarakat Luwu mungkin memang sangat mudah dilakukan melalui kata-kata. Namun, nilai-nilai kehidupan dari kebudayaan orang Luwu yang perlu diungkapkan dalam setiap penghidupan yang penuh dinamika dan tantangan tentu tidak dapat dipungkiri. Itulah yang terpenting dari sebuah identitas, bahwa nilai-nilai yang dianut dan dipegang oleh orangnya.