Mengenal Katarsis, Istilah Psikologi untuk Emosi Kita

Jika kamu saat ini merasa capek, penuh, dan tidak ada satupun orang yang mengerti kamu, coba lihat kembali dalam dirimu, adakah emosi yang terpendam? Banyak orang yang memilih untuk menyimpan apa yang dipikirkan dan dirasakannya sendiri karena terkadang memang sulit bagi beberapa orang untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya kepada orang lain. Alasan apapun untuk hal ini memang gak salah, tapi coba lihat akibatnya pada diri kamu.

Pengalaman dengan orang-orang yang suka memendam emosinya terlalu lama sampai menimbulkan hal-hal yang tidak baik bagi diri sendiri dan bahkan menderita penyakit menjadi latar belakang diadakannya kampanye yang berjudul “Kata Kita” oleh teman-teman di RuangBercerita_Id.

Kampanye Kata Kita merupakan sarana untuk menyebarkan informasi mengenai betapa buruknya memendam emosi didalam diri sendiri dan memperkenalkan ‘katarsis’ kepada banyak orang.

Katarsis ialah istilah dalam psikologi yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu khatarsis yang berarti pemurnian atau pembersihan. Katarsis merupakan pelepasan emosi apapun baik positif maupun negatif yang dipendam melalui berbagai cara yang baik atau yang tidak merugikan.

Nakia Nur Amalia, ketua pelaksana kampanye Kata Kita yang juga berperan dalam divisi design di RuangBercerita_Id menyampaikan pesan inti dari kampanye ini adalah bahwa emosi yang dipendam terlalu lama dapat menyebabkan stres, frustrasi, bahkan depresi, dan melepaskan emosi secara negatif berisiko meninggalkan efek buruk dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga penting untuk melepaskan emosi dengan cara yang positif melalui katarsis.

Setiap orang mempunyai apa yang ia sukai masing-masing, sehingga katarsis setiap orang tidak sama. Nakia memberikan contoh “misalnya kalau aku suka menyanyi, saya bisa menyalurkan emosi saya dengan menyanyi, seperti penyayi Taylor Swift, setiap ada sebuah kejadian seperti putus cinta, Ia pasti menuliskan lagu tentang apa yang dialaminya” jelas Nakia.

Salurkan emosi dengan baik ketika emosinya dirasa agak mengganggu dirimu, Nakia juga menjelaskan bahwa ketika sedih karena nonton film mungkin belum semengganggu ketika kita sedih karena ditinggalkan orang yang disayang. Pada kondisi seperti inilah kapan katarsis bisa berperan.

Salah satu cerita mengenai bahaya memendam emosi dari kasus laura anna yang cukup viral beberapa waktu lalu adalah contohnya. “kalau dari cerita-cerita, dia selalu bilang ‘I am okay, I am fine, gak usah takut’ gitu kan. Tapi ternyata selama ini dia sebenarnya sedih dan tertekan tapi dia tidak bisa ngomong. Jadi, karena sudah banyak orang yang tau dan mengenalnya, makanya ayo cepat sadar untuk jangan lagi memendam emosinya” kata Nakia.

Sebenarnya memendam emosi tidak salah, tapi juga tidak dapat dibenarkan. Nakia mengatakan bahwa “sebagai manusia mungkin kita tidak ingin orang terdekat kita tau yang sebenarnya, dan itu sangat bisa dimaklumi kalau kita tidak ingin memperlihatkan bahwa sebenarnya kita tidak baik-baik saja dan tidak ingin memperlihatkan sisi lemah kita. Nah itu sebetulnya dari pembentukan karakter sejak kecil.”

Cara memperlakukan anak kecil yang menangis sering kali dengan cara dilarang menangis oleh para orang tua, adalah suatu contoh dari Nakia yang mengajak kita untuk melihat bahwa perlakuan seperti itu mendorong orang untuk memendam emosinya sendiri. Ini bukan hal yang baik kata Naika, dan harus diingat juga bahwa “kita harus menyadari kalau kita enggak bisa bercerita ke sembarang orang, selain takut dianggap lemah, dan takut orang-orang terdekatnya tau, sehingga banyak yang belum memiliki tempat untuk bercerita.

“Memang bagus untuk tidak memperlihatkan kelemahan, tapi kalau dilakukan berulang-ulang akan menjadi tidak bagus juga untuk kamu” jelas Nakia.

RuangBercerita_Id membuka kesempatan untuk siapa saja dengan minimal usia 15 tahun untuk menjadi volunteer dalam kampanye Kata Kita ini sebagai penyalur informasi mengenai topik kampanyenya, yaitu katarsis. Twibbonize frame dari RuangBercerita_Id berikut ini digunakan oleh para volunteer kampanye untuk dibagikan melalui sosial media Instagram mereka masing-masing dengan caption yang telah disediakan RuangBercerita_Id pada fitur caption di Twibbonize.

Campaign Kata Kita – oleh Ruang Bercerita

Link: https://twb.nz/campignkatakita

Twibbonize frame tersebut tidak dibuat begitu saja, namun memiliki makna yang filosofis. Dari warna hijau frame ini merepresentasikan keadaan alam yang segar, serta gambar kupu-kupu yang merepresentasikan jiwa manusia yang lepas dan tidak terkekang.

Belum selesai kampanye Kata Kita berlangsung, namun Twibbonize frame ini telah mendapatkan lebih dari 3 ratus dukungan. Melalui langkah bersama Twibbonize ini lah kampanye Kata Kita yang melibatkan anak-anak remaja hingga dewasa membangun kesadaran mengenai katarsis dan memberitahu cara melepaskan emosi dengan tepat.

“Dengan Twibbonize, kita sangat terbantu karena campaign kita lebih bisa terpromosikan dengan baik dan penggunaanya juga gampang” ujar Nakia.

Dari target awal untuk jumlah peserta yang diterima sebesar 150 orang dalam satu minggu, proses pendaftaran kampanye ini kemudian diperpanjang oleh RuangBercerita_Id menjadi dua minggu karena antusias yang melebihi ekspektasi teman-teman di RuangBercerita_Id dari audiensnya yang biasa disapa Stellers ini.

Nakia sendiri tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan kita semua agar jangan memendam emosi. “Bisa berakibat fatal untuk kedepannya, selain bisa membuat mental kita makin terbebani, bahkan bisa sampai menyakiti fisik baik secara sengaja oleh diri sendiri ataupun penyakit lain yang bisa muncul karena kita memendam emosi” ujar Nakia.

Nakia juga menyampaikan kepada Twibbonize News beberapa cara melakukan katarsis, yaitu dengan menulis, bernyanyi, ceritakan dengan baik kepada orang yang tepat, atau debat mengenai hal-hal yang bermanfaat. Keinginan untuk menciptakan perubahan dan membantu orang agar bisa menyalurkan emosinya untuk hal-hal baik akhirnya terealisasikan dalam terbentuknya RuangBercerita_Id.

Sebagai sebuah komunitas, RuangBercerita_Id menjadi wadah bercerita dimana kamu dapat mencurahkan rasa dan beban hari yang mengganggu pikiran melalui platform digital tanpa biaya apapun. Berdirinya RuangBercerita_Id pada bulan Oktober 2021 kelihatannya sudah mendapatkan keberhasilan di kampanye pertama ini.

Bukan tanpa upaya yang serius, tapi kampanye ini sudah mulai dipersiapkan sejak bulan November 2021 oleh RuangBercerita_ID dan pada hari Senin 31 januari 2022, Ruang Bercerita_Id mulai membagikan materi mengenai katarsis kepada para volunteer yang berpartisipasi dalam kampanye ini. Semua hal yang berkaitan dengan katarsis akan selalu menghiasi Instagram RuangBercerita_Id dan para peserta kampanye Kata Kita hingga tanggal 4 Februari 2022.

Namun, jangan khawatir jika kampanye ini terlewatkan, teman-teman di RuangBercerita_Id masih tebuka untuk mendengarkan cerita kamu sebagai bentuk katarsis.

Bagi teman-teman yang ingin bercerita, namu tidak mempunyai tempat untuk menyalurkannya, sekarang kamu punya tempat di RuangBercerita_Id dimana 8 orang dengan latar belakang pendidikan psikologi akan menjadi pendengar yang baik untuk kamu.