“Kesepian” dalam Kesehatan Mental dan Pengembangan Diri

Perasaan kesepian mungkin sudah tidak asing dirasakan banyak orang. Merasa sendiri, cemas, hampa, dan takut ditinggalkan, semua itu mungkin seringkali muncul dalam diri kamu begitu saja tanpa sebab. Hmm, tapi itu semua wajar kok, karena kamu tidak sendirian.

Ada MatahariKita.co disini! Sebuah organisasi psikologi sosial yang bergerak untuk lingkungan sekitar agar menyadari pentingnya memperhatikan kesehatan mental dengan aktif mengadakan kampanye, kegiatan webinar, hingga kegiatan konseling.

Ketika seseorang tidak dapat memiliki keterikatan emosional dengan orang lain, itulah kesepian emosional terjadi, seperti yang disampaikan Avira, Campaign Coordinator di MatahariKita.co yang akan kita bahas lebih lanjut kampanyenya kali ini, yaitu Campaign ELFA (Emotional Loneliness First Aid).

Ketika Kesepian Emosional terjadi, maka dapat timbul luka psikologis yang mendalam, dengan begitu seseorang biasanya merusak persepsi dan mengacuhkan pikirannya. Avira juga menyampaikan bahwa kesepian dapat membuat kepedulian seseorang terhadap sekitarnya akan terasa kurang meski sebenarnya tidak.

“Seseorang yang mengalami kesepian juga biasanya akan menjadi takut untuk mengulurkan tangan mereka kepada orang lain karena merasa dirinya tidak harus terbuka untuk hal-hal yang berpotensi mengalami penolakan dan sakit hati sebab hatinya sudah terluka melebihi kekuatan yang ia miliki” ujar Avira. Maka dari itu, penting untuk kita mengetahui dan memiliki pertolongan pertama untuk menjaga stabilitas emosi. Itulah alasan dibalik diadakannya kampanye ini oleh Matahari Kita.

Melalui kampanye ini, MatahariKita.co memberikan edukasi mengenai pentingnya kesadaran masyarakat akan kesehatan mental dan pengembangan diri untuk menjaga stabilitas emosi kesepian yang ada pada diri sendiri.

MatahariKita.co juga membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menjadi ambassador dan volunteer dalam kampanye yang bermakna ini. Volunteer di Matahari Kita ialah mereka yang andil dalam penyelenggaraan setiap aktivitas yang diadakan oleh MatahariKita.co.

Sebuah Twibbonize frame telah digunakan dan dibagikan oleh para volunteer di Matahari Kita melalui sosial media Instagram sebagai salah satu langkah yang perlu dilakukan oleh para volunteer. Frame ini pun telah dibuat Indah, sebagai Designer di MatahariKita.co dengan disesuaikan pada style postingan feeds Instagram MatahariKita.co yang lainnya.

Campaign ELFA (Emotional Loneliness First Aid) – oleh Graphic Designer Matahari Kita

Link: https://twb.nz/twibbonelfa

Tidak hanya para volunteer MatahariKita.co yang merasakan kemudahan dalam penggunaan frame tersebut, namun Indah juga mengatakan bahwa tim MatahariKita.co merasa puas atas keefisienan dalam mendistribusikan frame tersebut kepada calon volunteer.

Lebih dari seratus teman-teman Matahari Kita atau yang biasa disapa Sunfollowers telah menggunakan Twibbonize frame ini. Artinya bahwa lebih dari seratus orang yang juga berusaha untuk menjadi volunteer di MatahariKita.co. Seperti itulah antusias Sunfollowers untuk kampanye ini. Sebuah testimoni disampaikan Avira yang juga merupakan seorang volunteer di MatahariKita.co, bahwa kampanye ini juga memberikan ilmu tambahan bagi mereka sebagai para volunteer.

Head of Event di MatahariKita.co, Uli Elisabeth pun mengharapkan agar semua volunteer di MatahariKita.co dapat mengidentifikasikan semua emosi positif dan negatif yang ada pada diri mereka, agar masalah kesepian dapat dihadapi dengan baik.

Sementara itu, ambassador di Matahari Kita menjalankan perannya dengan tujuan memperluas jaringan kegiatan yang diadakan melalui konten-konten, seperti video, poster acara, dan reels Instagram, yang dibagikan kepada teman-teman yang lain untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh Matahari Kita.

Kepada Twibbonize News, Avira menyampaikan serangkaian acara yang telah diadakan kampanye ini, sejak tanggal 18-20 Januari 2022 diadakan rekrutmen terbuka untuk ambassador dan volunteer untuk kampanye ini. Hingga pada acara penutupan kampanye ini, telah diadakan webinar pada tanggal 30 Januari 2022 dengan judul “Emotional Loneliness First Aid: Kesepian dalam Keramaian, Normal atau Tidak?” bersama seorang Psikolog, yaitu Mawaddah Khairani, M.Psi. Psikolog yang juga merupakan C-Founder sebuah layanan konseling Psikologi yang bernama Aksara Jiwa.

Dengan serangkaian kegiatan kampanye tersebut, edukasi dan kesadaran mengenai kesehatan mental serta pengembangan diri tentu diharapkan dari teman-teman di MatahariKita.co sesuai dengan misi mereka bersama. Seperti yang disampaikan teman-teman di MatahariKita.co, Lisken, rafi, Uli, dan Indah, bahwa isu mengenai kesehatan mental yang masih kurang disuarakan sebelumnya dan tingkat kasus kesehatan mental sendiri cukup tinggi saat ini.

Pada dasarnya perasaan ini dapat dirasakan oleh semua orang, sehingga Uli, Head of Event di Matahari Kita mengatakan bahwa kampanye ini mencakup khalayak umum agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Bagi Uli, “perasaan kesepian itu adalah hal yang wajar, tapi bukan berarti kita harus berdiam diri terus dalam kesepian itu. Ketika kita ingin keluar dari rasa kesepian itu, gak harus cepat-cepat. Butuh waktu sebagai suatu proses. Jadi, mari bangkit bersama untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mengatasi kesepian kita untuk menjadi pribadi yang mencintai diri kita sendiri”.

Kepada Twibbonize News, Avira menyampaikan cara menghadapi perasaan kesepian yang dapat dialami semua orang, yaitu dengan tarik nafas yang dalam, kemudian hembuskan secara perlahan, dan katakan kepada diri sendiri bahwa semuanya baik-baik saja dan kamu mampu menghadapinya.

Avira sendiri mengharapkan agar peserta kampanye yang telah berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan kampanye ini dapat mengaplikasikan ilmu yang diterima dari kampanye ini, dan agar MatahariKita.co sebagai sebuah platform edukasi kesehatan mental dapat lebih dikenal lebih luas lagi.

Founder dari MatahariKita.co, Feby Nelson juga turut menyampaikan harapannya dari kampanye ini kepada Twibbonize bahwa agar “teman-teman baik yang mengikuti ataupun yang tidak mengikuti campaign kita, yang hanya sekedar baca atau lihat-lihat campaign-nya aja, kita berharap mereka tersadar bahwa ada orang yang merasa sendirian ditengah keramaian, ada orang yang seperti ini, dan ada loh orang yang juga membutuhkan teman.”

Satu pesan lain dari Feby yang tidak kalah penting adalah bahwa “kita memang karakternya berbeda-beda, jadi harapan saya dari campaign yang kita buat lama-lama akan menyadarkan orang untuk bisa caring, gak bakal nge-judging,”

“Betapa enaknya ya kalau di dunia ini kita bisa memahami diri sendiri, orang lain juga bisa memahami diri kita, pokoknya kita sama-sama caring. Kamu begini, aku begini,” tambah Feby.

Satu hal lagi yang menginspirasi, bahwa meskipun isu kesehatan mental dan pengembangan diri selalu menjadi fokus MatahariKita.co, namun Feby, selaku Founder MatahariKita.co sendiri dan beberapa volunteer lainnya bukan dari latar belakang psikologi loh!