Dari Bumi Ponorogo, Reog Mendunia

Siapa yang tidak tau ikon Kabupaten Ponorogo? Benar! Reog. Kebudayaan Indonesia yang lahir di bumi Ponorogo dan telah berkembang dengan sangat luar biasa sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Mungkin kamu yang setiap hari berselancar di sosial media sempat melihat teman-temanmu memakai busana kesenian reog dalam sebuah frame yang mendukung reog menuju UNESCO? Nah, ada apa sih sebenarnya?

Bersama dengan para seniman, pengrajin reog, sekolah, universitas, dan paguyuban reog, Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo membawa Reog kepada Pemerintah Pusat Republik Indonesia untuk diakui dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Kepala dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo sendiri ikut serta dan terjun ke lapangan untuk berkunjung ke beberapa daerah dalam prosesnya.

Dengan pendampingan dari para ahli dan Professor, tim pengusul budaya reog tersebut tengah berupaya mengumpulkan data, menyusun dokumen-dokumen, membuat video, dan kebutuhan lainnya untuk diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia agar reog dapat dipilih dan diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia kepada UNESCO di tahun 2022 ini.

Salah satu upaya yang dilakukan tim pengusul reog di tahun ini juga dilakukan melalui Twibbonize.

REOG ROAD TO ICH UNESCO – oleh Pariwitasa Ponorogo

Link: twb.nz/reogponorogo

Frame ini pun dibuat dengan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam budaya reog. Dapat dilihat bahwa ruang untuk foto kamu pada Frame ini dibuat dengan siluet reog. Selain itu, perpaduan warna merah dan hitam yang digunakan juga merupakan ciri khas Kabupaten Ponorogo.

Dalam rangka mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia dan masyarakat negara lain, frame “REOG ROAD TO ICH UNESCO” dibuat dalam beberapa bahasa pada link berikut ini;

Swedia – twb.nz/reogponorogo-sweden

Serbia – twb.nz/reogponorogo-serbia

Korea – twb.nz/reogponorogo-korea

Inggris – twb.nz/reogponorogo-english

Jerman – twb.nz/reogponorogo-germany

Belanda – twb.nz/reogponorogo-thenetherlands

Spanyol – twb.nz/reogponorogo-spain

Perancis – twb.nz/reogponorogo-france

Tim Promosi dan Kerjasama di Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo juga mempresentasikan link Twibbonize frame tersebut dalam bentuk barcode dan disebarluaskan di beberapa tempat wisata di Ponorogo. Media promosi ini tentu sangat memudahkan siapapun yang hendak mendukung reog dalam upaya menuju dunia ini. Dengan upaya ini pun, reog berhasil mendapatkan total belasan ribu dukungan melalui Twibbonize.

Salah satu dari tim Promosi dan Kerjasama dalam bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Thridy menyampaikan bahwa “ini salah satu bukti bahwa ternyata banyak masyarakat yang mendukung untuk melestarikan reog, ini bukti bahwa memang reog perlu dipatenkan.”

Thridy menyampaikan harapan dari seluruh tim pengusul reog agar dukungan dari Twibbonize frame tersebut dapat memperkuat pengusualan reog agar menjadi Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia yang akan ditetapkan oleh UNESCO kepada dunia.

Keterlibatan puluhan komunitas reog yang berada di Ponorogo dalam mendukung pengusulan Reog menuju dunia ini ternyata dilakukan bersama komunitas reog yang berada diluar Ponorogo. Hal ini menunjukan bahwa meskipun reog lahir, tumbuh, dan berkembang di Ponorogo, namun reog telah dibawa, dikembangkan, dan dilestarikan di wilayah Indonesia lainnya. Sehingga, reog bukan lagi hanya milik masyarakat Ponorogo, namun reog telah menjadi budaya milik seluruh bangsa Indonesia.

Thridy mengatakan bahwa ada banyak sekali dampak baik yang terwujud dalam persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia dari kebudayaan reog, sehingga pakem dalam tradisi budaya reog perlu dipertahankan dan tidak boleh diubah.

Sudah sejak kecil kita ketahui bahwa negara kita memiliki keanekaragaman budaya yang luar biasa. Perbedaan selalu menjadi kekuatan dan pemersatu bangsa kita. Namun, jika kamu mengikuti perjalanan bangsa kita untuk mempertahankan budaya yang ada, ternyata banyak budaya kita yang memiliki urgensi dan perlu upaya pelestarian yang lebih, termasuk reog. Thridy mengatakan bahwa pada tahun 2009, budaya Indonesia yang berasal dari Jawa Timur ini sempat mau diklaim oleh negara lain.

“Reog merupakan salah satu alat pemersatu bangsa, perlu kita perjuangkan, dan daftarkan ke UNESCO,” ujar Thridy.

Lalu untuk mempertahankannya, apa upaya bela negara yang sudah kamu lakukan? Sudahkah kamu mendukung Twibbonize frame diatas untuk mendukung penetapan budaya reog sebagai Warisan Budaya Tak Benda di UNESCO?