Ciptakan Pergerakan di 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi masih terus dikawal berbagai kalangan baik dari yang mendukung penetapannya maupun yang menuntut adanya revisi seperti yang dipaparkan pada artikel berjudul “Fokus Pada Pencegahan dan Penindakan, Permendikbud PPKS Dianggap Melegalkan Zina, Kamu Tim Dukung atau Cabut?”. Menjelang diperingatinya Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional pada tanggal 25 November 2021, isu ini sepertinya akan terus menjadi perbincangan hangat. Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau 16 Days of Activism against Gender-Based Violence  dideklarasikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993 dengan mendefinisikan kekerasan terhadap perempuan sebagai “setiap tindakan kekerasan berbasis gender yang mengakibatkan, atau mungkin berakibat, fisik, seksual atau kesengsaraan atau penderitaan psikologis terhadap perempuan, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.”

Sejak 2008, Sekretaris Jenderal PBB dan UN Women telah memimpin kampanye 16 Days of Activism against Gender-Based Violence untuk mencegah dan menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia, menyerukan aksi global untuk meningkatkan kesadaran, mempromosikan advokasi, dan menciptakan peluang untuk diskusi tentang tantangan dan solusi. Kampanye ini dimulai setiap tanggal 25 November untuk memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan akan berakhir pada setiap tanggal 10 Desember sebagai peringatan Hari Hak Asasi Manusia. Tema global 16 Days of Activism against Gender-Based Violence tahun ini adalah “Orange the world: End violence against women now!”. Kampanye ini akan mencakup peluncuran laporan data terbaru terkait kekerasan gender. Berbagai inisiatif kegiatan digital yang dapat kamu ikuti juga tersedia di Twibbonize melalui beberapa frame berikut:

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

oleh Djenar Maesa Ayu

Link: https://twb.nz/teenativescampaign1

Stop Kekerasan Berbasis Online

oleh Kusuma Wardani

Link: https://twb.nz/campaignkbgo

Hari Anti Kekerasan Perempuan Internasional

oleh Kencana

Link: https://twb.nz/antikekerasanperempuan

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

oleh Abdul Aziz Yusuf

Link: https://twb.nz/haktp

No Violence Against Women

oleh Acel Sinay

Link: https://twb.nz/forwomen

16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Kalimantan Barat 25 Nov – 10 Des 2021

oleh Fakultas Syariah IAIN Pontianak

Link: https://twb.nz/antikekerasann

Campaign Hari Anti kekerasan perempuan

oleh Bright Soul

Link: https://twb.nz/campaignbswoman

[16 HAKTP] MARI BICARA BENAR

oleh Humanity Youth

Link: https://twb.nz/16haktpkita

Konsekuensi terhadap gangguan psikologis, seksual dan kesehatan reproduksi dari kekerasan seksual mempengaruhi perempuan di setiap aspek kehidupan mereka karena ini adalah salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang paling luas, terus-menerus terjadi dan menghancurkan di dunia saat ini. Berdasarkan un.org, kekerasan berbasis gender secara umum bermanifestasi dalam bentuk fisik, seksual dan psikologis, meliputi kekerasan pasangan intim (pemukulan, pelecehan psikologis, pemerkosaan dalam perkawinan, pembunuhan wanita), kekerasan dan pelecehan seksual (pemerkosaan, tindakan seksual paksa, rayuan seksual yang tidak diinginkan, pelecehan seksual anak, pernikahan paksa, pelecehan jalanan, penguntitan, pelecehan dunia maya), perdagangan manusia (perbudakan, eksploitasi seksual), mutilasi alat kelamin perempuan, dan pernikahan anak. Kamu dapat menciptakan perubahan dan berpartisipasi untuk memulai ceritamu terkait kekerasan berbasis gender di media sosial menggunakan frame yang ada di Twibbonize.