Budaya Kerja Start-up Ala Twibbonize

Bongkar pasang sistem kerja dan memiliki resiko tinggi memang ciri khas perusahaan start-up. Tapi bagaimana budaya didalamnya adalah aspek terpenting bagi Twibbonize.

Sudah tau kan kalau Twibbonize adalah salah satu perusahaan start-up asal Indonesia? Jika pertanyaannya seberapa baik lingkungan kerja di perusahaan start-up, mungkin sulit untuk menemukan tolak ukur yang pas, karena Twibbbonize menerapkan budaya kerja start-up yang ‘sebenarnya’.

Baru sekitar satu tahun Twibbonize berdiri, ternyata penerapan budaya kerja perusahaan start-up yang ‘sebenarnya’ terbukti efektif bagi Twibbonize. Bukan karena pandemi COVID-19, sistem kerja jarak jauh sudah diterapkan Twibbonize sejak awal pendiriannya. Yuk kita menilik budaya kerja di perusahaan start-up yang selama ini membantu kamu menemukan campaign yang kamu cari.

Kerja yang Serba Cepat Sepertinya Tidak Berlaku di Twibbonize, Masa Sih?

Twibbonize sangat menghargai preferensi kerja setiap anggota tim nya. Waktu, tempat, kecepatan, suasana, semuanya dilakukan senyaman yang mereka inginkan. Setiap dari mereka pun mempunyai gaya kerja nya masing-masing.

Eitsss… bukan berarti Twibbonize tidak memiliki peraturan jam kerja dan mereka bekerja diluar waktu yang seharusnya. Fleksibilitas jam kerja di Twibbonize diterapkan agar semua orang memiliki kebebasan untuk mengatur jam kerja mereka masing-masing.

Dengan memahami bahwa tidak adanya interaksi secara langsung diantara mereka, Twibbonize memberikan kesempatan kepada setiap tim-nya untuk bebas mengaktualisasikan diri mereka diluar perusahaan.

Lalu, Bagaimana Sistem Kerja Seperti Ini Menjadi Efektif Untuk Twibbonize?

Human Resource Manager Twibbonize, Nicky, mengatakan bahwa hasil pekerjaan adalah tolak ukur utama di Twibbonize. “Selama pekerjaan bisa selesai sesuai deadline, tidak masalah. Hal tersebut lah yang jadi penentu keefektifan bekerja di Twibbonize. Soal jam kerja, Twibbonize tentunya tetap memantau dengan menyediakan time-tracker supaya baik Twibbonize dan personelnya juga sama-sama bisa monitor kerjaan yang ada. Intinya, Twibbonize memberikan para personelnya kebebasan, dengan juga memberikan ruang untuk menunjukan integritas dan profesionalisme tanpa keluar dari kaidah-kaidah perusahaan” ujar Nicky.

Sistem kerja yang terkesan santai, bukan berarti tidak ada ombak yang menghampiri Twibbonize. Tidak bisa dipungkiri kalau perubahan yang signifikan terjadi dari waktu ke waktu, namun teman-teman di Twibbonize selalu mempunyai caranya sendiri. Budaya kerja di Twibbonize menuntut setiap dari mereka untuk menjadi mandiri dan memiliki inisiatif yang tinggi.

Terlepas dari itu, komunikasi yang baik sangat diperlukan, dan Twibbonize pun telah menyediakan akomodasi yang matang. Beberapa software penunjang pekerjaan mereka selalu dimaksimalkan untuk menjaga produktivitas kerja.

Tim Twibbonize: Apa itu Komunikasi Keatas dan Kebawah?

Dalam komunikasi organisasi yang kita tau, interaksi antar tim berlangsung melalui komunikasi vertikal keatas dan kebawah dan komunikasi horizontal, namun sepertinya konsep ini tidak diterapkan di Twibbonize. Tidak ada tembok yang membatasi komunikasi mereka.

Semua orang di Twibbonize bebas menyampaikan idenya di grup besar, memberikan masukan satu sama lain, bahkan mengirimkan meme sebagai bahan guyonan bersama. Hirarki perusahaan bukan hal utama yang dilihat oleh tim Twibbonize. Komunikasi yang sangat informal dan kasual membuat mereka nyaman untuk memulai percakapan tentang apapun. Semua orang terbuka untuk menjadi teman diskusi ataupun mentor satu sama lain. Tidak perlu khawatir apakah kamu mudah beradaptasi, karena memang se-friendly itu loh tim Twibbonize.

Dengan sistem komunikasi seperti ini, bagaimana birokrasi di Twibbonize?

“Tentunya gak berbelit. Kamu butuh sesuatu, langsung sampaikan aja ke orang yang bersangkutan. Sebagai start-up yang punya pace kerja cepat, harapan kita adalah pekerjaan bisa tuntas, dan kita gak ingin perbedaan jabatan menjadi tembok yang membuat kamu sungkan sama atasan atau rekan kerja. Sesimple itu aja. We value you as a person yang bisa menyuarakan keinginan, kebutuhan, pendapat, serta masukan, bukan hanya seorang karyawan yang mengikuti arahan dari atasan atas dasar perbedaan level jabatan.”

Twibbonize dirancang dengan gaya komunikasi langsung. Kuncinya adalah sampaikan tidak hanya apa yang kamu pikirkan, namun juga apa yang kamu rasakan dengan intensi yang jelas. Artinya, tidak ada ambiguitas dalam percakapan diantara tim Twibbonize. Semua orang mengatakan dengan tepat apa yang dimaksud secara eksplisit. Begitulah bagaimana Twibbonize dibentuk sejak dini untuk mengikuti perkembangan dunia diluar Twibbonize. Kamu cukup menjadi apa adanya kamu, itulah yang disampaikan saat seseorang baru bergabung dengan tim Twibbonize.

Zona Nyaman-nya Tim Twibbonize

Nyaman berada di suatu pekerjaan adalah hal yang terpenting dan diutamakan dalam karir seseorang. Ngomong-ngomong tentang kenyamanan, apa sih arti zona nyaman di dunia kerja bagi kamu? Jobdesk yang sesuai pendidikan? Teman kerja yang satu frekuensi? Atau industri yang sesuai hobi?

Coba pikirkan kembali apakah berada di zona nyaman benar-benar membuat kamu nyaman? karena di Twibbonize selalu ada kesempatan untuk semua orang belajar, tumbuh, dan berkembang untuk sesuatu yang baru. Peluang yang diberikan Twibbonize kepada semua tim nya membukakan jalan pada pengalaman yang luar biasa dan sulit didapatkan.

Human Resource Manager Twibbonize sendiri misalnya. Nicky memulai perannya di Twibbonize sebagai Customer Excellence Support di Twibbonize. Seiring berjalannya waktu, dengan berbagai perubahan yang terjadi didalam Twibbonize, Nicky dinilai mampu merangkul teman-temannya di Twibbonize dan hal ini dilihat sebagai sebuah potensi dari Nicky yang dapat dikembangkan dalam ranah lain selain Customer Excellence Support, yaitu untuk kepengurusan Sumber Daya Manusia (SDM) di Twibbonize. Nicky akhirnya menerima tantangan baru untuk mengemban tugas di bagian Human Resource dan mengalihkan perannya sebagai Customer Excellence Support kepada anggota tim Twibbonize yang lain. Mulai dari proses rekrutmen, administrasi personalia, penilaian kerja, kompensasi dan benefit, hingga perencanaan karir perlahan Nicky pelajari.

“Yang penting mau belajar dan berani menunjukan. Kita semua sama-sama belajar di Twibbonize, banyak source of knowledge yang bisa kita peroleh untuk kemudian diterapkan dalam perusahaan, termasuk dalam hal mengambil keputusan, bertanggung jawab, atau bahkan sebatas pengen eksplor passion kamu. Twibbonize melihat dan mengapresiasi semua yang kamu berikan. There are tons of opportunity to improve in Twibbonize, as long as we allow ourselves to be a part of that improvement.” ujar Nicky.

Dilihat dari budaya kerja yang se-asik ini, bukan tanpa alasan Twibbonize berkembang pesat sebagai perusahaan rintisan, kesejahteraan setiap anggota timnya memang sangat diperhatikan. Tidak hanya suasana kerja yang asyik yang ditawarkan oleh Twibbonize, namun juga gaji yang kompetitif.

Skema dan pendistribusian kompensasi dan benefit di Twibbonize pun dirancang sedikit berbeda dengan perusahaan start-up maupun korporat besar lainnya. Bisa dibilang ini adalah salah satu keunggulan Twibbonize untuk para pencari kerja. Kesejahteraan didalam Twibbonize dipertimbangkan melalui standar upah yang bisa dikatakan diatas rata-rata perusahaan lainnya. Setidaknya Rp 6 juta per bulan diperoleh untuk posisi full-time dan posisi Junior di Twibbonize, sementara untuk posisi senior atau team leader setidaknya memiliki gaji Rp 8 juta per bulannya.

Jika kamu membayangkan betapa menyenangkannya bekerja di perusahaan start-up, mungkin kamu perlu berhati-hati, karena memang ada banyak tantangan yang harus kamu hadapi dan tidak semua perusahaan start-up menerapkan budaya kerja start-up yang ‘sebenarnya’. Bagaimanapun, tidak dapat dipungkiri bahwa dari artikel ini banyak hal yang menarik didalam Twibbonize.

Budaya kerja seperti ini seakan telah mendarah daging dalam tim Twibbonize. Sampai saat ini, sekitar satu tahun sudah tim Twibbonize dibentuk, dan sebagian besar dari mereka masih belum pernah bertemu satu sama lain secara langsung. Meski mereka menikmati fleksibilitas dari sistem kerja diterapkan, tim Twibbonize tetap berharap bahwa mereka semua dapat bertemu satu sama lain suatu saat nanti.