96 Tahun Perjalanan Nahdlatul Ulama

Organisasi agama Islam terbesar di Indonesia sebentar lagi akan memperingati Hari Lahirnya yang ke-96 tahun. Pada tanggal 31 Januari 1926 atau pada 16 Rajab 1344 H, Nahdatul Ulama (NU) atau Kebangkitan Ulama dibentuk dibawah pimpinan KH. Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar di Surabaya, Jawa Timur.

Di usia yang mendekati satu abad, mari kita mengingat kembali sejarah berdirinya NU yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pemikiran agama dan politik dunia Islam. Bersumber dari situs resmi NU, berdirinya organisasi ini diawali dengan upaya memperjuangkan kemerdekaan dari kalangan santri di Indonesia sejak tahun 1908 untuk bangkit dari keterpurukan dan keterbelakangan.

Gerakan yang dikenal dengan Kebangkitan Nasional ini diwujudkan dengan terbentuknya beberapa organisasi pegerakan, diataranya ada Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran) pada tahun 1918, dan Nahdlatut Tujjar (Pergerakan Kaum Sudagar).

Dikutip dari situs resmi NU, sikap embrional dan ad hoc komite dan organisasi-organisasi ya ng ada mendorong keperluan akan sebuah organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis dalam menghadapi perkembangan zaman yang tidak akan berhenti. Akhirnya muncul kesepakatan bersama beberapa kiai untuk membentuk organisasi yang dihendaki tersebut.

Prisip dasar yang dipegang organisasi NU telah ditegaskan dalam Kitab Qanun Asasi, dan I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah oleh KH. Hasyim Asy’ari yang kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU. Prinsip dasar ini menjadi rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan, dan politik.

Diketahui bahwa separuh umat Muslim di Indonesia berafiliasi dengan Nahdatul Ulama, sehingga NU mempunyai peran yang cukup besar bagi kehidupan bangsa Indonesia yang sebagian besar adalah umat Islam. Seiring dengan perkembangan yang agama Islam, saat ini organisasi NU berjalan kepada visinya untuk menjadi penyedia informasi ke-NU-an dan keislaman yang menyejukkan dan terpercaya.

Umat Islam di Indonesia akan segera merayakan Hari Lahir NU di tahun 2022 ini dengan berbagai Twibbonize frameberikut ini:

Selamat Harlah 96 NU (Nahdlatul Ulama) 31 Januari 2022

oleh Wahibul Minan

Link: https://twb.nz/harlah96nahdlatululama2022

Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-96

oleh goodscoop.id

Link: https://twb.nz/harlah96nu

Muscab Pemuda Nahdlatul Wathan

oleh Rosidin

Link: https://twb.nz/accpemudanahdlatulwathan

MI NU NAHDLATUS SHIBYAN

oleh Madrasah Ibtidaiyah

Link: https://twb.nz/minunssudahvaksin

HARLAH 96 NU 2022

oleh Wirastawan Barunanto

Link: https://twb.nz/harlah96-nahdlatululama2022

Harlah Nahdlatul Ulama

oleh Moch Saiful Bachri

Link: https://twb.nz/nu962022

Harlah Nahdlatul Ulama ke-96

oleh M. KHOIRI

Link: https://twb.nz/harlahnuke96satuabad

Harlah NU 96

oleh Maqdam Al Haqqi

Link: https://twb.nz/harlah-nu-ke-96

Harlah NU ke 96

oleh KPNU Jambaran

Link: https://twb.nz/harlahnuke96tahun

Hari Lahir NU ke 96

oleh Cean Ahmad

Link: https://twb.nz/harilahir96nu

Harlah Ittihadul Ulama

oleh mMn

Link: https://twb.nz/harlahiu

HarlahNU

oleh Kang Suhud

Link: https://twb.nz/wwwnu

Harlah NU Ke-96 From SMP 5

oleh Faqih Labib

Link: https://twb.nz/harlahnuke96fromsmp5

PCNU METRO

oleh Faqih Labib

Link: https://twb.nz/harlahnuke96frompcnu

HARLAH NU KE 96 FROM TK 3

oleh Faqih Labib

Link: https://twb.nz/harlahnuke96fromtkmaarif3

Tujuan dari seluruh kegiatan NU tidak terbatas pada umat Islam di Indonesia saja, namun tantangan dari umat Islam di segala penjuru dunia mendorong keberhasilan dari kalangan pesantren ini untuk dapat bebas melaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab masing-masing di Mekah. Dengan begitu, kebebasan bermadzhab terwujud dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban yang sangat berharga.

Banyak hal yang telah, sedang, dan akan dilakukan NU bagi dunia Islam. Dukungan yang diberikan melalui Twibbonize frame diatas untuk memperingati Hari Lahir-nya yang ke-96 akan sangat berarti untuk membangkitkan semangat umat Islam Indonesia yang terhimpun didalam NU.